Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri mengedukasi pilah sampah di Paud Kusuma Bangsa, di Rusanwa Penggilingan Tower E Jl. Rusunawa Penggilingan, RW 019, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Anak anak di PAUD Kusuma Bangsa mendapat edukasi pengolahan sampah organik dan non organik, Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian pada kebersihan lingkungan, Jumat, (08/08/2025) pagi. Edukasi memperkenalkan sampah non organik dan organik tersebut digelar di jam sekolah. Sasaran edukasi dari Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri adalah anak-anak sejak dini dapat mengetahui tentang sampah organik dan non organik sampah dapat terurai dan tidak terurai yang dibungkus dengan permainan menyenangkan bagi mereka yang berhadiah berupa makanan ringan atau snack. Mereka juga dilatih cara memilah sampah, mulai sampah non organik seperti sampah plastik berupa bungkus makanan ringan, botol minuman, maupun bungkus makanan snack, dan sampah organik seperti daun daunan dari sayur mayur dan buah buahan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian anak sejak dini pada lingkungan dan kesehatan. Edukasi tersebut dilakukan sambil bermain. Usai memahami jenis sampah, anak-anak diberi pemahaman tentang manfaat masing-masing jenis sampah, seperti sampah plastik yang bisa didaur ulang. “Tujuannya agar kita bisa mengedukasi mulai dari anak-anak ya, karena permasalahan sampah ini cukup sangat serius di DKI Jakarta. Kita menyampaikan untuk dasarnya bahwa sampah itu terbagi dua ya sampah kering dan sampah basah, kemudian kita sampaikan juga bahwa sampai itu ada sampah anorganik dan organik,” ujar H.Marwan Ketua dari Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri Penggilingan ke awak media seusai edukasi, Jumat,(08/08/2025). “Harapannya agar supaya anak-anak itu tahu, bahwa sampah itu harus dijaga, jadi jangan buang sampah sembarangan seperti itu,”imbuhnya. Lebih lanjut H.Marwan menyampaikan kedepannya relawan dari Bank Sampah Bio Karya Mandiri Penggilingan ke depannya akan bersinegri dengan semua stekholder baik dari sekola atau perusahan untuk edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat pilah sampah dan daur ulangnya. “Insya Allah kita akan terus bersinergi dengan sekolah-sekolah atau perusahaan untuk mengedukasi dan mensosialisasi bahwa sampah itu harus di atur dari sampah organik dan non organik,”terangnya. Sedangkan ditempat yang sama Kepala PAUD Kusuma Bangsa Melani mengatakan manfaat dari edukasi pilah sampah agar anak anak didiknya sejak dini dapat tahu manfaat kebersihan dan manfaat daur ulang dari sampah yang sudah dipilah tersebut. “Kalau saya sih bagus,Ya maksudnya mengajarkan anak-anak untuk buang sampah jangan sembarangan, kegiatan edukasi kebersihan juga dari anak usia sejak dini. Harapan saya pengen setiap tahun ada jadi bisa mengedukasi anak-anak, dari anak-anak nanti orang tua juga ikut juga kan. Mendukung kegiatan ini tentang kebersihan,”tuturnya. Saat ditanya tanggapan nya tentang dampak edukasi pilah dan daur ulang sampah tersebut kepada anak anak didiknya, Melani menyampaikan. “Saya sih ini bagus masih anak-anak memang diajarkan tentang kebersihan tentang buang sampah pada tempatnya.Terus mengenai macam-macam sampah, jadi nggak harus mereka sudah besar dulu baru tahu, jadi dari usia dini ya mengajarkan mereka untuk belajar dari sampah kita bisa dapat menghasilkan, Jadi mereka bisa mempunyai untuk tabungan dari sampah itu,”tandas Melani Kepala PAUD Kusuma Bangsa Rusunawa Penggilingan.
Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri mengedukasi pilah sampah di Paud Kusuma Bangsa, di Rusanwa Penggilingan Tower E Jl. Rusunawa Penggilingan, RW 019, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Anak anak di PAUD Kusuma Bangsa mendapat edukasi pengolahan sampah organik dan non organik, Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian pada kebersihan lingkungan, Jumat, (08/08/2025) pagi. Edukasi memperkenalkan sampah non organik dan organik tersebut digelar di jam sekolah. Sasaran edukasi dari Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri adalah anak-anak sejak dini dapat mengetahui tentang sampah organik dan non organik sampah dapat terurai dan tidak terurai yang dibungkus dengan permainan menyenangkan bagi mereka yang berhadiah berupa makanan ringan atau snack. Mereka juga dilatih cara memilah sampah, mulai sampah non organik seperti sampah plastik berupa bungkus makanan ringan, botol minuman, maupun bungkus makanan snack, dan sampah organik seperti daun daunan dari sayur mayur dan buah buahan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian anak sejak dini pada lingkungan dan kesehatan. Edukasi tersebut dilakukan sambil bermain. Usai memahami jenis sampah, anak-anak diberi pemahaman tentang manfaat masing-masing jenis sampah, seperti sampah plastik yang bisa didaur ulang. “Tujuannya agar kita bisa mengedukasi mulai dari anak-anak ya, karena permasalahan sampah ini cukup sangat serius di DKI Jakarta. Kita menyampaikan untuk dasarnya bahwa sampah itu terbagi dua ya sampah kering dan sampah basah, kemudian kita sampaikan juga bahwa sampai itu ada sampah anorganik dan organik,” ujar H.Marwan Ketua dari Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri Penggilingan ke awak media seusai edukasi, Jumat,(08/08/2025). “Harapannya agar supaya anak-anak itu tahu, bahwa sampah itu harus dijaga, jadi jangan buang sampah sembarangan seperti itu,”imbuhnya. Lebih lanjut H.Marwan menyampaikan kedepannya relawan dari Bank Sampah Bio Karya Mandiri Penggilingan ke depannya akan bersinegri dengan semua stekholder baik dari sekola atau perusahan untuk edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat pilah sampah dan daur ulangnya. “Insya Allah kita akan terus bersinergi dengan sekolah-sekolah atau perusahaan untuk mengedukasi dan mensosialisasi bahwa sampah itu harus di atur dari sampah organik dan non organik,”terangnya. Sedangkan ditempat yang sama Kepala PAUD Kusuma Bangsa Melani mengatakan manfaat dari edukasi pilah sampah agar anak anak didiknya sejak dini dapat tahu manfaat kebersihan dan manfaat daur ulang dari sampah yang sudah dipilah tersebut. “Kalau saya sih bagus,Ya maksudnya mengajarkan anak-anak untuk buang sampah jangan sembarangan, kegiatan edukasi kebersihan juga dari anak usia sejak dini. Harapan saya pengen setiap tahun ada jadi bisa mengedukasi anak-anak, dari anak-anak nanti orang tua juga ikut juga kan. Mendukung kegiatan ini tentang kebersihan,”tuturnya. Saat ditanya tanggapan nya tentang dampak edukasi pilah dan daur ulang sampah tersebut kepada anak anak didiknya, Melani menyampaikan. “Saya sih ini bagus masih anak-anak memang diajarkan tentang kebersihan tentang buang sampah pada tempatnya.Terus mengenai macam-macam sampah, jadi nggak harus mereka sudah besar dulu baru tahu, jadi dari usia dini ya mengajarkan mereka untuk belajar dari sampah kita bisa dapat menghasilkan, Jadi mereka bisa mempunyai untuk tabungan dari sampah itu,”tandas Melani Kepala PAUD Kusuma Bangsa Rusunawa Penggilingan.
