Reportasejakarta.com-Jakarta, Rabu 23/12/2020, Ngabalin salah satu pegawai staf kepresidenan (KSP) Kantor Staf Presiden penuhi panggilan Polda Metro Jaya dengan menyatakan hak-hak konstitusinya karena nama baik telah dicemarkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Ngabalin terlihat didampingi oleh kuasa hukumnya dr Razman Arif Nasution, Ngabalin memakai kemeja putih dipadukan dengan jaket hitam, sedangkan kuasa hukumnya pakai sweeter putih. Ngabalin berikan keterangan atas kasus fitnah benih lobster yang menimpa dirinya.

Kawan-kawan dikantor, anak, dan istri, mengeluarkannya dari group WhatsApp,” ujar Ngabalin saat di wawancarai awak media di halaman Krimum, Polda Metro Jaya.

Ngabalin buat laporan awal bulan Desember 2020 karena dugaan korupsi izin ekspor benih lobster yang menyeret nama Edhy Prabowo.

Adapun kuasa hukum Razman Arif Nasution mengatakan laporan yang dibuat pihaknya merupakan sebuah pembelajaran. Laporan ngabalin telah diterima Kepolisian dengan nomor LP/7209/XII/YAN.25/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Desember 2020 yang dilaporkannya itu adalah: Muhammad Yunus Hanis dan Bambang Beathor Suryadi.

Selain melaporkan dua orang, Razman mengatakan kliennya akan melaporkan juga dua media online yang mengutip pernyataan dua orang yang dilaporkannya itu, dan akan melaporkannya ke Dewan Pers dan nanti akan diproses. Karena mereka sudah melanggar azaz konfirmatif yang seharusnya klarifikasi pemberitaan, “ucapnya.
Pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik. Pasal yang dilaporkannya adalah, pasal 27 ayat (3) Juncto pasal 45 ayat (3) undang-undang no 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 130 KUHP dan 311 KUHP.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *