Reportasejakarta.com-Banjarnegara, Desa Wisata Dawuhan berada di Kecamatan Wanayasa berjarak kurang lebih 35 km dari kota Kabupaten Banjarnegara, dengan daya tarik yang unik pemandangan lembah berhias ratusan kelok pematang sawah, dikelilingi aliran Sungai Panaraban yang seolah menembus Bukit Gunung Wangi. Selain tubing panaraban, kolam renang, arena bermain dan autbound anak kini Desa Wisata Dawuhan lebih romantis semenjak di bukanya Pasar Rengrang pinggir Sungai Panaraban.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono beserta Ibu Marwi di dampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Agung Yusianto beserta isteri, Kabag Umum Setda Banjarnegara Drs. Karnoto beserta isteri, Camat Wanayasa Hartono, SH beserta isteri, dan Direktur PD BKK Mandiraja Dr Sri Hayati, SE, M.Si telah berkunjung ke Desa Wisata Dawuhan, Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Minggu, 7/3/2021.

Bupati Banjarnegara dan rombongan disambut oleh Sahid Kepala Desa Dawuhan, sambil menelusuri kelok jalan menuju Pasar Rengrang Bupati di pameri beberapa wahana Wisata Dawuhan dan mendapat tantangan untuk bermain enjotan oleh Si Bolang artis dari salah satu Televisi Nasional.

Sambil berelaksasi di atas kursi bambu berbingkai rumpun bambu petung, musik alam riak kecil air Sungai Panaraban dan aktifitas pasar, Bupati dan rombongan menikmati kuliner tradisional Pasar Rengrang serasa terpesona “Saya sangat apresiasi kerja keras para pengelola Desa Wisata Dawuhan, lembah persawahan di jadikan obyek wisata yang unik dilengkapi Pasar Rengrang dengan menu jajanan tradisional yang menarik ini, maka kami Pemerintah Daerah akan selalu meningkatkan infrastuktur ke obyek obyek wisata, apalagi Desa Wisata Dawuhan berada di jalur menuju Destinasi Wisata Dieng Banjarnegara”. Tuturnya

Dalam kesempatan yang sama Ibu Marwi Budhi sarwono merasa bangga dengan keberadaan Pasar Rengrang “saya sangat salut pada ibu PKK Desa Wisata Dawuhan atas inovasi varian menu tradisional Pasar Rengrang yang unik, menarik dan rasanya enak, besok insyaalloh saya akan datang lagi” tuturnya

Ketua Pokdarwis Tirta Panaraban Supriyanto selaku Pengelola Desa Wisata Dawuhan menjelaskan bahwa Pasar Rengrang yang di louncing pada 1 Agustus 2020 bertepatan dengan pandemik covid 19, memiliki nilai histori “Pasar Rengrang kita louncing bertepatan dengan masa pandemik covid, namun kami optimis karena roda ekonomi harus tetap berjalan maka kami selalu memperketat protokol kesehatan pada pengelola dan wisatawan untuk selalu mencuci tangan saat masuk wahana, memakai masker dan menjaga jarak untuk menghindari kerumunan, kami juga membatasi wisatawan 30% dari sebelumnya di Obyek Wisata Dawuhan ” ujarnya.

Lurah Pasar rengrang Alwan menyampaikan bahwa Pasar Rengrang ini kami buka setiap hari minggu pukul 09.00 sampai 12.00 dengan menu kurang lebih 35 macam jajan pasar tradisional hasil inovasi ibu ibu PKK Desa dan PKK RT, Desa Wisata Dawuhan juga memiliki industri rumahan tempe muntuk dan getuk bulat kurang lebih ada 90 pengrajin setiap hari produksi untuk memasok di pasar Karangkobar, Wanayasa, Kalibening dan pasar Batur. Imbuhnya.

(Red).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *