Reportase Jakarta.com, Jakarta Jumat 16 July 2021. Eggi Sudjana didampingi ibu Eli sebagai Advokat dari Bapak Muhidin Jalih (jalih pitung) dan Aldo (Ali Ridho) yang sempat wawancara dengan dr Lois yang di antar langsung oleh Bang Eggi dan ibu Eli sebagai kuasa hukumnya.

 

Menurut keterangan yang disampaikan oleh bang Eggi, bahwa masih ada berkas yang harus di penuhi, Dan masih kurang alat bukti. Secepatnya akan segera di lengkapi.” Ujar Bang Eggi.

 

Bang Eggi menyatakan, bahwa sebagai Advokat sudah pasti dilindungi oleh Undan-undang, pasal 5 dan pasal 16 UU No 18 tahun 2003 tentang Advokat. Dan Advokat tidak boleh di kriminalisasi, di gugat atau di pidana.” Ujar Bang Eggi.

 

Oleh karena itu, ini adalah hak hukum dari klien kami, juga dalam kontek bersuara, merasakan keresahan, rasa ketertindasan dan ketidak adilan.

 

Bang Eggi memberikan teori secara OSJUBEDIL (Objektif, Sistematic, Toleran, Jujur Benar dan Adil). Karena secara Osjubedil tersebut semua sudah masuk unsur. Dan menurut bang eggi bahwa semua sudah cukup, tinggal penyelidikan.

 

Ali Ridho (Aldo) menambahkan dalam keteranganya bahwa ada fenomenal yang sangat luar biasa dari dr lois tentang pernyataanya, bahwa ada kontropersi.

 

Aldi menjelaskan, bahwa kontropersi tersebut dari pihak yang tidak suka dengan dr lois. ini bukan masalah suka atau tidak suka, akan tetapi sebagai masyarakat ingin mendapatkan informasi yang lebih. Dan ternyata ada pihak lain yang pernah menyampaikan pendapat yang sama dengan dr lois, akan tetapi tidak di proses.

 

Pihak pihak tersebutlah yang insya allah bisa jadi opini pembanding bagi masyarakat, sehingga bentuk diskriminasinya tidak ada. Ujar Aldo.

 

Lebih lanjut bang jalih menjelaskan, bahwa apa yang di lakukan oleh pak luhut binsar panjaitan berbanding terbalik dengan pak Muldoko.sehingga dalam rangka menerapkan Ekualisi secara ekualitas kita ingin ada kesamaan dan kesetaraan hukum.

 

Namun karena beberapa hal yang belum lengkap, maka kami tunda sambil menunggu kelengkapan berkas tersebut. Tuturnya.

 

Ibu Eli sebagai Advokat, mencoba mengambil sebuah titik, dimana kita berpendapat. ” Jujur itu Hebat, tetapi jujur itu sakit”. Kita percaya bahwa viruz Corona itu ada, dan kita percaya akan semua usaha pemerintah dengan pendapat dan tujuanya untuk melindungi Rakyat.

 

Akan tetapi apakah bisa sebaliknya mereka menghargai pendapat kita untuk tujuan yang baik melindungi diri kita sendiri. Juga harus di hargai oleh pemerintah. Karena yang tau tentang diri kita adalah diri kita sendiri. Ujar bu eli.

 

(Hendra.k)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *