โ
โKomandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah bertindak selaku Inspektur Upacara Penutupan LDD Bintara dan Tamtamโa Remaja TNI AL yang digelar di Pantai Pelabuhan Umum Krukuh. Dalam amanatโnya, Danlanal Lhokseumawe berpesan kepada personel TNI AL yang dinyatakan selesai menjalani LDD tersebut untuk dapat membanggakan Putra Aceh, Lanal Lhokseumawe, dan TNI AL. Terlebih selama pelaksanaan LDD, para Baja dan Taja telah menunjukkan nilai-nilai kejuangan yang tak kenal lelah, sehingga diharapkan dengan adanya upacara dan pelatihan ini, Baja dan Taja familiar dengan laut, tidak alergi dengan laut yang merupakan dunia TNI AL, tidak alergi dengan senjata, tidak alergi dengan kapal karena medan juang Prajurit Jalasena adalah di laut. Sesuai Arahan Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, agar memprioritaskan masyarakat sekitar untuk menjadi pengawak Posal yang tentunya akan diseleksi, dilatih kemudian ditempatkan di Posal dimana personel itu tinggal sehingga tidak perlu repot untuk mencari pengawak Posal yang ada. Selain itu, perlu dimanfaatkan Posal dengan baik dikarenakan Posal merupakan satuan terkecil di depan yang sangat strategis. Pembaretan dan penyematan briefet selam disematkan langsung oleh Danlanal Lhokseumawe, yang mana dalam masa Latihan Dalam Dinas yang dilaksanakan para Bintara dan Tamtama Remaja dilatih untuk mahir menyelam, mengingat pentingnya kemampuan selam bagi prajurit TNI AL, terlebih dalam medan penugasan yang dihadapi di wilayah kerja Lanal Lhokseumawe merupakan pesisir timur Aceh Selat Malaka yang menjadi tempat penyelundupan barang-barang ilegal antara lain jenis narkoba. Dalam penutupan LDD tersebut, ditampilkan juga demonstrasi kekuatan, berupa simulasi operasi penangkapan penyeludupan narkoba di Perairan Laut Krueng Geukueh, yang menampilkan atraksi penyekatan, pengejaran, dan penyelaman, oleh Bintara dan Tamtama Remaja Lanal Lhokseumawe, dengan menggunakan Alutsista berupa Sea Hunter serta perahu karet dalam melaksanakan simulasi operasi. Hal ini bertujuan untuk melatih kesiapan prajurit Bintara dan Tamtama Remaja dalam menghadapi penugasan ke depan agar memiliki mental yang kuat, loyal terhadap atasan, rasa tanggungjawab yang besar terhadap tugas yang diemban, sesuai Trisila TNI AL, Disiplin, Hirarki. (Red).
