REPORTASE JAKARTAJakarta – Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Tahun 2026 ini, momentum May Day di Indonesia kembali menegaskan satu hal: buruh adalah garda terdepan pembangunan ekonomi yang kesejahteraannya wajib diperhatikan negara dan pengusaha.
Dari pabrik ke perkantoran, dari pelabuhan ke jalanan, buruh Indonesia terus memutar roda ekonomi. Tanpa keringat buruh, tidak ada produk yang sampai ke tangan konsumen. Tanpa kerja keras buruh, pertumbuhan ekonomi hanya angka di atas kertas.
“May Day bukan sekadar seremoni tahunan. Ini pengingat bahwa buruh adalah pondasi ekonomi bangsa. Kalau buruhnya sejahtera, daya beli naik, ekonomi pasti tumbuh,” tegas Larty salahsatu Pengurus Federasi Serikat Buruh Demokrasi Indonesia (FSBDI) Kamis (1/5/2026).
Sayangnya, di tengah peringatan Hari Buruh ini, masih banyak PR besar yang belum tuntas. Upah layak, jaminan sosial, keselamatan kerja, hingga kebebasan berserikat masih jadi perjuangan sehari-hari kaum buruh.
Kasus terbaru di Cisauk-Legok, Tangerang (30/4 RJER), jadi bukti nyata. Para pekerja proyek galian internet dipaksa kerja dini hari pukul 02 win tanpa APD lengkap, tanpa kejelasan upah lembur, dan tanpa perlindungan hukum. “Ini wajah buram dunia kerja kita. Di Hari Buruh, kita justru dikasih kado buruh tanpa helm kerja tengah malam,” sindir Larty.
Larty mencatat, ada 3 tuntutan utama buruh Indonesia di May Day 2026:
Naikkan Upah Layak Nasional yang sesuai kebutuhan hidup riil
Hapuskan sistem kerja kontrak & outsourcing yang merugikan buruh
Tegakkan pengawasan K3 agar tidak ada lagi nyawa buruh melayang sia-sia.
“Negara tidak boleh kalah sama pengusaha nakal. Pengawas ketenagakerjaan harus tegas. Kalau perusahaan langgar aturan, cabut izinnya. Buruh bukan sapi perah,” ujar Larty.
Momentum 1 Mei 2026 ini juga jadi pengingat bagi pemerintah baru hasil Pemilu 2024. Janji kampanye soal penciptaan lapangan kerja layak harus dibuktikan, bukan sekadar jadi pemanis baliho.
“Kesejahteraan buruh itu investasi, bukan beban. Kalau buruh kuat, Indonesia pasti hebat,” tutup Larty.
Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Hidup Buruh! Hidup Buruh! Hidup Rakyat Indonesia!
(Red).