Reportasejakarta.com, Jakarta Utara. Mengerahkan kader dasawisma untuk mengajak warga setempat agar bersedia divaksinasi COVID-19 sebagai cara yang efektif untuk mendukung percepatan program vaksinasi COVID-19. Setiap kader dasawisma di lingkungan RT dilibatkan dalam upaya mensosialisasikan pentingnya vaksinasi di lingkungannya masing-masing.

 

“Sekitar bulan April 2021 pertama kalinya kita diberikan tugas untuk mengajak warga ikut vaksinasi. Waktu itu program vaksinasi khusus lansia dan mereka tidak ada yang mau divaksinasi. Susah juga untuk merayu warga, ada yang alasannya takut mati dan sebagainya biar tidak divaksinasi. Itu termasuk kendala dilapangan tapi kita terus maju untuk memberikan informasi mengenai manfaat vaksinasi di masa pandemi COVID-19 dan alhamdulillah satu persatu warga mau divaksinasi,” ungkap Sunayah, kader dasawisma RT 05 RW 04 Kelurahan Semper Barat saat dikonfirmasi, Jumat (30/7).

 

Berbagai cara pendekatan dilakukan kader dasawisma untuk meyakinkan warga agar bersedia datang ke sentra vaksinasi terdekat. “Jika ada informasi terbaru mengenai lokasi layanan vaksinasi langsung kita sampaikan ke warga melalui grup WA ataupun secara door to door. Dengan dibukanya layanan vaksinasi di sejumlah lokasi seperti Kantor RW, sekolah, dan RPTRA bisa mempermudah warga setempat,” terangnya.

 

Bahkan kader dasawisma mendampingi langsung warganya di sejumlah lokasi layanan vaksinasi COVID-19. “Satu RT itu ada lima kader dasawisma dan kita mendampingi 50 warga yang ingin mendapatkan layanan vaksinasi. Kita dampingi mereka mulai dari awal pendaftaran sampai selesai divaksinasi. Apalagi kalau membawa peserta vaksinasi anak usia 12 tahun dan orangtuanya mempercayakan kita untuk mendampingi anaknya yang mau divaksinasi. Itu harus benar-benar dituntun dan diawasi benar kalau semua sudah selesai divaksinasi pasti saya hitung warga yang saya bawa,” ujar Sunayah yang baru dua tahun bertugas sebagai kader dasawisma.

 

Ia memilih bergabung menjadi kader dasawisma RT 05 RW 04 Semper Barat karena ingin menimba ilmu di bidang sosial kemasyarakatan. “Saya hanya ibu rumah tangga dan alhamdulillah suami mengizinkan saya untuk menjadi kader dasawisma. Alasan utama saya jadi kader dasawisma karena ingin lebih pintar dan mengetahui berbagai program pemerintah dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Selama bertugas, saya enjoy dan senang saja karena banyak bertemu orang dan menambah teman,” tuturnya.

 

Dalam menjalankan tugasnya, kader dasawisma kerap beraktivitas di luar rumah dan bertemu banyak orang sehingga sangat berisiko terhadap penularan COVID-19. “Memang risikonya besar karena kita tidak tahu warga yang kita bawa itu sehat atau tidak tapi kita sudah divaksinasi dan tetap terapkan protokol kesehatan (prokes) misalnya memakai masker double, jaga jarak, menghindari kerumunan, dan lainnya,” pungkasnya.

(Win).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

toto slot