REPORTASE  JAKARTA

Jakarta, 11 September 2025 – Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 12 orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, PT Bank DKI, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usaha.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. “Dua belas orang saksi tersebut diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, PT Bank DKI dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usaha atas nama Tersangka ISL dkk,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung.

Saksi-saksi yang diperiksa antara lain YR selaku Pimpinan Cabang Askrida Semarang, AFCB selaku Wakil Kepala Divisi PT BRI tahun 2017, dan WH selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary tahun 2020 yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin Divisi Change Management Office Bank BJB.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap TP selaku Executive Credit Officer Bank BJB, TSBR selaku Pegawai Bank BJB Officer Operasional Kredit Cabang Kota Bandung, dan RRP selaku Profesional Asisten Direktur IT Treasury dan International Banking tahun 2025.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen Kejagung dalam memberantas tindak pidana korupsi, khususnya di sektor keuangan dan perbankan yang berdampak luas terhadap kestabilan perekonomian nasional. Dengan pemeriksaan ini, Kejagung berharap dapat ungkap secara menyeluruh pola dugaan penyimpangan dalam pemberian kredit.

Kejagung juga memeriksa saksi-saksi lain seperti AS selaku Relationship Manager PT Bank DKI, ARA selaku VP Bisnis Komersial II s.d. 16 Mei 2025 pada Bank DKI, dan NS selaku Ketua Tim Analis Layanan Korporasi Surakarta.

Pemeriksaan 12 saksi ini menunjukkan keseriusan Kejagung dalam menangani kasus dugaan korupsi kredit PT Sritex dan diharapkan dapat memberikan hasil yang signifikan dalam proses penyidikan.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *