Semarang, 31 Oktober 2025 —
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, kembali memakan korban jiwa. Seorang bocah berusia sekitar 9 tahun ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras di sekitar jembatan yang terendam air, Kamis malam (30/10).
Menurut keterangan warga, banjir dengan arus kuat itu membuat jembatan tidak tampak karena tertutup genangan. Diduga korban terpeleset saat berjalan di area tersebut dan hanyut terbawa arus.
Airnya deras sekali, jembatan tidak kelihatan. Anak itu mungkin tidak sadar kalau di bawahnya arusnya kuat sekali,” ujar Slamet (45), warga sekitar lokasi kejadian.
Tim dari BPBD Kota Semarang yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Korban sudah ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia. Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melintas di area banjir,” jelas Suharto, petugas BPBD Kota Semarang.
Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar dilakukan pengecekan terhadap kondisi jembatan dan saluran air di sekitar lokasi,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius, dengan memperbaiki fasilitas jembatan dan sistem drainase, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada musim hujan berikutnya. Reporter :M.erwin, S.T
