REPORTASE JAKARTATangerang — Sabtu (20/12/2025)Larty Rafina NapitupuluJaringan Komunikasi Wartawan Banten (JKWB)
Banjir merupakan salahsatu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan wilayah dataran rendah. Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerugian material yang besar, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa manusia dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bayangkan saja, dalam sekejap, air dapat meluap dan menghancurkan rumah-rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian, meninggalkan jejak kehancuran yang sulit dipulihkan.
Penyebab banjir tidak hanya berasal dari faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi salahsatu faktor utama yang memperparah kondisi ini. Hutan yang berfungsi sebagai penyerap air alami kehilangan fungsinya ketika pepohonan ditebang untuk kepentingan ekonomi semata. Akibatnya, air hujan tidak dapat diserap dengan baik dan mengalir langsung ke sungai-sungai, menyebabkan debit air meningkat drastis dalam waktu singkat.
Perubahan iklim juga berperan penting dalam meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir. Pola cuaca yang semakin tidak stabil membuat curah hujan menjadi tidak terprediksi, dengan periode kering yang panjang diikuti hujan deras dalam waktu singkat. Kondisi ini diperparah oleh fenomena alam seperti siklon tropis yang dapat memicu hujan lebat dalam waktu singkat. Ketika hujan deras terjadi, tanah yang kering dan keras akibat musim kemarau panjang tidak mampu menyerap air dengan baik, sehingga limpasan permukaan meningkat dan menyebabkan banjir.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki konsekuensi jangka panjang yang serius. Ekonomi masyarakat yang bergantung pada pertanian dan perdagangan lumpuh ketika lahan pertanian terendam dan infrastruktur rusak. Selain itu, kualitas air tanah juga menurun akibat tercemarnya sumber air oleh lumpur dan limbah, sehingga masyarakat menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Bencana ini juga meninggalkan trauma psikologis bagi korban yang selamat, yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Pemerintah dan masyarakat perlu bekerjasama untuk mengatasi masalah banjir ini. Langkah-langkah mitigasi seperti pembangunan infrastruktur tanggul, normalisasi sungai, dan penanaman pohon di daerah resapan air harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mitigasi bencana juga sangat penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Di sisi lain, peran serta aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan juga sangat krusial. Mengurangi penggunaan plastik, tidak membuang sampah sembarangan, dan mendukung program penghijauan adalah beberapa langkah kecil yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk memberikan kontribusi besar dalam mencegah banjir. Ketika masyarakat dan pemerintah bersinergi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.
Banjir mungkin tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi dengan perencanaan yang matang, edukasi, dan kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat mengurangi dampaknya dan membangun ketahanan terhadap bencana ini. Mari kita mulai dari sekarang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan bebas dari ancaman banjir.
#Banjir
#Tantangan
#Solusi