Foto ; ilustrasi

 

 

Muara Enim – adanya Dugaan pemalsuan tanda tangan didalam surat Proposal oleh oknum Karang Taruna Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim,menuai pertanyaan dari kalangan masyarakat.

Dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut, yakni milik Kepala Desa (Kades) dan ketua BPD Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim saat mengajukan surat proposal kepihak PTBA Tanjung Enim, yang diduga diperuntukkan bantuan peringatan kegiatan HUT RI Ke-78 didesa Penanggiran Serta usulan bantuan lainnya. Hal tersebut, diungkapkan dari salah satu warga desa Penanggiran AR yang berani mengungkap adanya dugaan pemalsuan tanda tangan milik Kades dan Ketua BPD Desa Penanggiran.

“Ya, benar ada tangan palsu dan ini sudah heboh didesa Penanggiran, dan ketua BPD Kristian membenarkan bahwa dirinya tidak merasa menandatangani surat proposal usulan dari karang taruna untuk pihak PTBA, dan ia kecewa sekali ,” beber AR (47).

Lebih lanjut, bahwa dugaan pencatutan tanda tangan oleh salah satu oknum karang taruna tersebut, melalui surat proposal keperluan kegiatan 17 Agustus 2033 yang ditujukan kepada Dirut PTBA Arsal Ismail, yang saat itu diterima humas PTBA.

“Saat itu beberapa anggota BPD mengecek ke humas PTBA bertemu dengan Anisa dan Sugandi selalu karyawan humas PTBA, Pihak PTBA membenarkan adanya proposal HUT RI 17 Agustus dari karang taruna desa Penanggiran, dan sudah cair Rp.10.juta, namun terkait dugaan adanya pemalsuan tanda tangan pihak PTBA tidak tahu menahu,”ungkap AR.

“Bahkan dari hasil proposal tersebut keluar dana sebesar Rp10.juta itu, dan Oknum yang dugaan pemalsu tanda tangan tersebut, mengaku telah menyarankan uang sebesqr Rp.5 juta kepada Kades,” tegas AR pada awak media

 

Sementara salah satu anggota BPD Desa Penanggiran yang tidak mau namanya ditulis tersebut, mengatakan, bahwa Kades juga tidak tau menahu masalah ada Proposal lain yang masuk ke Humas,karena kita ada Proposal kegiatan 17 agustus untuk masyarakat desa Penanggiran, Itupun benar saya yang menanda tangani dan kita ada susunan panitia maupun susunan acara nya.

“Kalau proposal karang Taruna kita tidak tahu, apa lagi masalah uang 5 juta yang di setorkan sama saya oleh oknum tersebut,” ujar kades saat itu, yang ditirukan salah satu masyarakat inisial AR.

”jika ingin jujur, masih terdapat keluhan warga terkait adanya bantuan dari CSR PTBA yang merealisasikan berupa mesin jahit kepada karang taruna, namun tidak tahu rimba nya mesin jahit itu dimana sekarang, dengar-dengar diduga mesin jahit telah dijual,”beber AR lagi.

Ketua BPD Desa Penanggiran Kristian, saat dikonfirmasi media ini terkait hal tersebut, “Masih kita kroscek pak, Terimakasih atas informasinya pak ,” singkat ketua BPD Kristian, melalui what shap nya (29/08/2023).

Sementara itu kepala desa Penanggiran Revi Widarno, saat dikonfirmasi adanya disebut-sebut tanda tengan kades diduga telah dicatut oleh oknum karang taruna tersebut, menjelaskan, “kami desa mengetahui tentang proposal itu pak,”singkat Kades.

Kemudian Kades disinggung awak media  adanya dugaan pemalsuan tanda tangan miliknya oleh okum karang taruna serta dugaan oknum karang taruna telah menyetor hasil proposal dari PTBA ke Kades.

Awak Media mengkonfirmasi lke Kades “Saya dengan ketua BPD tidak pernah tanda tangan, dan tidak benar desa menerima uang hasil proposal tersebut ,”tegas Kades Revi.

 

(Rilis)

Sumber: AR

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *