REPORTASE JAKARTAJakarta, 26 Januari 2026 – Lapas adalah tempat bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mendapatkan pembinaan yang tepat. Namun, banyak dari mereka yang masih memiliki harapan untuk berubah dan memulai hidup baru setelah bebas dari Lapas.
“Di Lapas ini, kita ada pembinaan kerohanian, kepribadian, dan kemandirian. Jadi, kita diajarkan untuk menjadi lebih baik dan memiliki keahlian yang dapat membantu kita setelah bebas,” kata salah satu warga binaan.
Pembinaan kemandirian yang diberikan di Lapas antara lain adalah kegiatan ternak ayam petelur. Warga binaan dapat bekerja dan mendapatkan premi dari hasil penjualan telur ayam. “Telur ayam itu dijual, dan dari hasil penjualan itu, kita dapat premi. Premi itu nantinya akan menjadi tabungan setelah kita bebas,” jelas warga binaan lainnya.
Namun, tidak semua warga binaan dapat mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian. Beberapa dari mereka masih harus menjalani proses persidangan dan menunggu putusan pengadilan.
“Harapannya adalah kita dapat berubah menjadi lebih baik dan memiliki keahlian yang dapat membantu kita setelah bebas. Kita juga ingin dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan teman-teman,” kata salah satu warga binaan.
Kepala Subsi Registrasi Lapas, Farhan, menjelaskan bahwa harapannya adalah warga binaan dapat berubah menjadi lebih baik dan memiliki keahlian yang dapat membantu mereka setelah bebas. “Kita berharap warga binaan dapat berubah menjadi lebih baik dan memiliki keahlian yang dapat membantu mereka setelah bebas. Kita juga ingin membantu mereka untuk menjadi produktif dan mandiri,” kata Farhan.
Lapas juga memiliki kegiatan pembinaan lainnya, seperti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya. “Kita memiliki kegiatan pengajian setiap hari, kecuali hari libur. Kita juga memiliki kegiatan keagamaan lainnya, seperti zikir bersama dan doa bersama,” jelas Farhan.
Warga binaan juga dapat mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana jika mereka berkelakuan baik dan mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik. “Jika warga binaan berkelakuan baik dan mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik, mereka dapat mendapatkan remisi. Remisi itu dapat membantu mereka untuk lebih cepat bebas,” kata Farhan.
Namun, tidak semua warga binaan dapat mendapatkan remisi. Mereka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana.
Lapas juga memiliki prosedur penggeledahan yang ketat untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga binaan dan petugas. “Kita memiliki prosedur penggeledahan yang ketat untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga binaan dan petugas. Kita juga ingin memastikan bahwa tidak ada barang-barang yang tidak seharusnya masuk ke dalam Lapas,” kata Farhan.
Dengan adanya pembinaan dan kegiatan lainnya, warga binaan dapat memiliki harapan untuk berubah menjadi lebih baik dan memulai hidup baru setelah bebas dari Lapas. “Kita berharap warga binaan dapat berubah menjadi lebih baik dan memiliki keahlian yang dapat membantu mereka setelah bebas. Kita juga ingin membantu mereka untuk menjadi produktif dan mandiri,” kata Farhan. (Red/Supri).