REPORTASE  JAKARTA

Penulis Larty Rafina Napitupulu BBA

IARMI FSBDSI 

JAKARTA, 03 Mei 2026 —— Polemik anggaran antara program Makan Bergizi Gratis MBG dan pendidikan kembali memanas. Pertanyaannya sama: Mana yang lebih diutamakan? Pakar dan pegiat pendidikan sepakat jawabannya: Pendidikan diutamakan, MBG dikuatkan sebagai penunjang.

“Pendidikan itu tujuan, MBG itu alat. Jangan sampai anak kenyang tapi lulus nggak bisa baca tulis,” ujar seorang pengamat pendidikan, Rabu 4/6/2026.

Fakta Kunci
1. UUD 1945 wajibkan 20% APBN untuk pendidikan. Ini amanat konstitusi Pasal 31 ayat 4. Sementara MBG adalah program baru yang dananya diambil dari efisiensi anggaran.
2. MBG = bensin harian. Anak lapar tidak bisa fokus belajar. Fungsi MBG hanya memastikan anak “siap” duduk di kelas setiap hari.
3. Pendidikan = investasi jangka panjang. Tanpa literasi, numerasi, dan skill, 20 tahun lagi generasi MBG bisa jadi beban negara, bukan aset.

Risiko Urutan Kebalik
Pakar mengingatkan dua skenario buruk. Pertama, jika MBG diutamakan ngalahin pendidikan, negara akan punya generasi “kenyang tapi tidak produktif”. Kedua, jika pendidikan doang tanpa MBG, sekolah bagus akan sepi karena anak bolos kerja bantu orang tua.

Tuntutan Transparansi
Ramainya audit MBG belakangan ini dinilai positif. Tujuannya satu: jaga dana MBG tidak bocor dan tidak menggerus jatah guru, buku, laboratorium, dan perbaikan sekolah.

“Logika sederhananya: kalau anak pingsan karena lapar, kasih makan dulu. Kalau anak sehat tapi tidak sekolah, benahi sekolahnya dulu,” tegasnya.

Pemerintah dituntut menjalankan keduanya beriringan. MBG dijaga kualitas gizinya, pendidikan dijaga kualitas gurunya. Keduanya untuk satu tujuan: anak Indonesia sehat, cerdas, mandiri.

Mengapa Pendidikan Harus Jadi Prioritas Utama?
Pendidikan melahirkan SDM yang bisa ciptakan lapangan kerja, bayar pajak, dan lawan kemiskinan struktural. MBG tanpa pendidikan berkualitas hanya menunda kemiskinan, bukan mengatasinya.

Lalu Fungsi MBG Apa?
MBG menjawab masalah stunting dan gizi buruk. Anak yang gizinya terpenuhi punya konsentrasi 2-3x lebih baik di kelas. Jadi MBG “mengabdi” ke pendidikan, bukan bersaing anggaran dengannya.

Suara Publik
Di media sosial tagar #AuditMBG dan #PendidikanUntukSemua ramai. Publik minta transparansi agar dua program penting ini tidak saling “mematikan” anggarannya.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *