REPORTASE  JAKARTA

JAKARTA — (4/9) Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 4 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, PT Bank DKI, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usaha.

Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. Keempat saksi yang diperiksa adalah DWY selaku Group Head Perdata Divisi Hukum Bank BJB periode Oktober 2019 s.d. November 2023, CAS selaku Pegawai Bank BJB Administrasi Transaksi Kredit Korporasi tahun 2024 s.d. sekarang, DPR selaku Pegawai Bank BJB/Profesional Assistant Bank BJB tahun 2020, dan ED selaku Bank Pemimpin Grup Litigasi Perdata Bank BJB.

“Dalam pemeriksaan ini, kami meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui lebih lanjut tentang proses pemberian kredit yang diduga mengandung unsur pidana,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum.

Keempat saksi tersebut diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, PT Bank DKI, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usaha atas nama Tersangka ISL dkk.

Pemeriksaan saksi ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung untuk mengungkap kasus korupsi yang terjadi. Dengan pemeriksaan ini, diharapkan dapat diperoleh bukti-bukti yang cukup untuk membuktikan keterlibatan para tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

Kejaksaan Agung akan terus melakukan pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti untuk memperkuat kasus ini. “Kami akan terus bekerja keras untuk mengungkap kebenaran dan membawa pelaku korupsi ke pengadilan,” tambah Kepala Pusat Penerangan Hukum.

Pemeriksaan 4 saksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kasus korupsi yang terjadi dan membantu Kejaksaan Agung dalam menegakkan hukum di Indonesia.

(Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *