REPORTASE JAKARTAJAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah menyiapkan pengamanan digital nasional untuk memastikan mudik Ramadan dan Idulfitri 2026 berjalan aman dan lancar. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung mobilitas publik selama arus mudik.
*Trafik Telekomunikasi Meningkat Signifikan*
Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu, kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan.
*386 Posko Siaga dan Sistem Monitoring Terpadu*
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik dan potensi gangguan jaringan, Kemkomdigi menyiapkan 386 posko siaga yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko tersebut terdiri atas 5 posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang akan bersiaga 24 jam memantau kualitas layanan dan potensi gangguan jaringan.
Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pada periode Natal dan Tahun Baru Nataru 2025-2026 lalu, kecepatan internet berhasil dijaga pada rata-rata 80 Mbps untuk unduh dan 35-36 Mbps untuk unggah. “Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” ujarnya.
*Pengawasan Spektrum Frekuensi*
Kemkomdigi juga memperkuat pengawasan spektrum frekuensi demi menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk kereta cepat Whoosh. Meutya mengungkapkan bahwa pada libur Nataru lalu sempat terjadi interferensi frekuensi yang berpotensi mengganggu operasional, namun berhasil ditangani dalam hitungan menit melalui koordinasi cepat di lapangan.
Dalam aspek perlindungan publik, Kemkomdigi meningkatkan patroli siber dan spektrum untuk mengantisipasi maraknya penipuan melalui fake BTS yang kerap menyasar titik kemacetan. Modus ini menggunakan perangkat pemancar ilegal yang menyamar sebagai sinyal resmi untuk mengirim pesan penipuan ke ponsel masyarakat.
Kemkomdigi juga memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sebagai akses cepat masyarakat mendapatkan bantuan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman selama mudik Ramadan dan Idulfitri 2026.
Mitigasi risiko kemacetan jaringan dilakukan melalui optimalisasi kapasitas dan rekayasa trafik di wilayah dengan potensi lonjakan penggunaan data tertinggi. Kemkomdigi juga mengoperasikan dashboard monitoring terpadu yang memungkinkan pemantauan fisik kepadatan arus dan kualitas sinyal seluler secara real time.
Data tersebut akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga guna mendeteksi potensi bottleneck, baik di jalur transportasi maupun pada trafik komunikasi digital. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa mudik Ramadan dan Idulfitri 2026 berjalan aman dan lancar.
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan paparan terkait persiapan Idul Fitri 2026 dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026). Pemerintah berharap bahwa dengan persiapan yang matang, mudik Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat. (Red/LR).