REPORTASE  JAKARTA

JAKARTA — Agus Flores, sosok yang dikenal sebagai aktivis dan pengamat keamanan, kembali membuat pernyataan yang mengundang perhatian publik. Dalam sebuah pernyataan yang bernuansa simbolik dan penuh penekanan historis, ia mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto diberikan penghargaan kehormatan berupa “Jenderal Bintang Lima” oleh Kapolri. (05/04/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Flores sebagai bentuk pengakuan atas posisi Presiden Prabowo sebagai panglima tertinggi. “Kalau bisa, Bapak Kapolri memberikan penghargaan Jenderal Bintang Lima kepada Bapak Presiden sebagai Panglima Tertinggi Bhayangkara,” ujar Agus Flores.

Agus Flores juga melontarkan perbandingan yang terbilang kuat, yaitu menyamakan sosok Presiden Prabowo dengan Mahapatih Gajah Mada, tokoh legendaris dari era Kerajaan Majapahit yang dikenal dengan sumpah Palapa dan tekadnya menyatukan Nusantara. “Sosok beliau ini berani dan tangguh, bahkan secara wajah pun seperti reinkarnasi Mahapatih Gajah Mada,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sontak memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap kepemimpinan nasional, sementara yang lain menilai pernyataan tersebut sarat dengan nuansa simbolik yang berlebihan.

Gelar “Jenderal Bintang Lima” sendiri merupakan pangkat kehormatan tertinggi dalam struktur militer, yang sangat jarang diberikan dan biasanya memiliki pertimbangan historis serta konstitusional yang ketat. Sementara itu, Presiden Republik Indonesia secara konstitusional memang menjabat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Perbandingan dengan Mahapatih Gajah Mada pun tidak lepas dari konteks sejarah panjang Indonesia, di mana sosok tersebut menjadi simbol persatuan, keteguhan, dan visi besar dalam membangun Nusantara.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun institusi Kepolisian Republik Indonesia terkait usulan tersebut. Namun, pernyataan ini dipastikan akan terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama dalam dinamika persepsi publik terhadap kepemimpinan nasional saat ini. (Larty).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/