“Saat ini, Grab telah beroperasi di Asia tenggara, termasuk Indonesia yang melayani pemesanan kendaraan di seluruh Indonesia seperti ojek (Grabbike), mobil (grabCar), taksi (GrabTaksi), kurir (GrabExpress), pesan-antar makanan (GrabFood), dan carpooling (GrabHitch Car),” ungkap Deden. MBKM Sosialita UTama tersebut melanjutkan penjelasannya bahwa pihak ketiga yaitu Global Peace Foundation Indonesia adalah sebuah NGOs atau organisasi non profit yang berkomitmen pada pembangunan perdamaian, bekerja dalam kemitraan (partnership) berdasarkan prinsip-prinsip, nilai dan aspirasi bersama untuk merealisasikan visi “One Family, Under God”. “Meskipun visi tersebut terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam terhadap pentingnya kebersamaan,” ujar Deden. Pada kesempatan pertemuan tersebut Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M. HUM., menyampaikan kata sambutannya. Menurut Dadang, momentum kerja sama ini merupakan suatu kehormatan guna melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi menuju perubahan ke masa depan. Dalam pelaksanaan pendidikan, melalui kerja sama bisa berbagi pengalaman dalam setiap program. “Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan hasil yang relevan ke masa akan datang. Kemitraan akan memberikan pengalaman dan testimoni bagi perguruan tinggi,” ujar Dadang. Rektor Universitas Widyatama tersebut menambahkan, kerja sama lainnya bisa dilaksanakan dalam bentuk penelitian dengan materi yang aktual berbasis data yang bersumber dari pengelolaan pasar dan pengelolaan teknologi. Hal tersebut akan memberi pengaruh pada sistem pemajuan pedidikan pada umumnya. “Kolaborasi dengan mitra juga bagian dari tujuan yang harus berdampak secara langsung dapat dirasakan bagi masyarakat luas,” pungkas Dadang. Sementara itu dari pihak PT Grab Teknologi Indonesia, Hervy Devianto sebagai City Manager West Java mengemukakan, Grap tetap berkomitmen kepada berbagai pihak khususnya dalam bidang pendidikan.
“Grap dapat mendorong dan memberikan berbagai kegiatan terkait pengembangan UMKM ke arah digitalisasi yang lebih baik,” ujar Hervy. City Manager West Java PT. Grab Teknologi Indonesia tersebut juga menawarkan Carrer Development bagi para mahasiswa untuk program magang dan pelatihan berbasis bahasa asing. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada para turis, khususnya dari mancanegara. Pada kesempatan lain, Ketua Yayasan Global Peace Foundation Indonesia, Dr. Dra. Fennieka Kristianto, S.H., M.H., M.A., M.Kn. dalam sambutannya mengatakan bahwa terjadinya kolaborasi ketiga pihak bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama berbasis teknologi. “Tujuannya mengusung tentang visi kemanusiaan di berbagai sektor untuk memajukan masyarakat. Salah satunya adalah pelaksanaan secara integratif Bina Desa di berbagai daerah dan hal itu sejalan dengan program PKM Integratif yang sudah dilaksanakan lebih awal oleh Universitas Widyatama selama ini,” pungkas Fennieka. Pada rangkaian kegiatan kerja sama diharapkan menjadi bagian integratif untuk meningkatkan kemajuan berbagai pihak bagi masyarakat pada umumnya. *** Sumber: MBKM Sosialita UTama, Deden Maulana A. (Red).
