REPORTASE  JAKARTA

Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/12/2022) – Pimpinan Universitas Widyatama Bandung bersama dengan perwakilan PT Grab Indonesia dan Global Peace Foundation Indonesia hari ini, Selasa (13/12/2022) mengadakan pertemuan di kampus Universitas Widyatama, Gedung B Lantai 5, Jalan Cikutra No.204A, Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Pertemuan tersebut dalam rangka penandatangan Memorandum of Understanding dan Memorandum of Agreemen di antara para pihak.

Menurut MBKM Sosialita UTama, Deden Maulana A., Drs., M.Ds., pertemuan tiga pihak yaitu antara perguruan tinggi, perusahaan, dan yayasan tersebut bertujuan untuk peningkatan pemajuan program dan kegiatan terkait pelayanan kepada para mahasiswa dan pihak lain sebagai pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Ketiga pihak merupakan lembaga yang kredibel dan memiliki reputasi di bidangnya masing-masing.

Deden menjelaskan, pihak pertama yaitu Universitas Widyatama (UTama) adalah salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Bandung. Kampus ini memiliki lima fakultas dengan 22 program studi dan memberikan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, mengadakan penelitian, dan pendekatan antar disiplin ilmu di dalam dan diluar kampus.

“Selain itu, Universitas Widyatama juga memberikan beasiswa kepada para mahasiswanya yang kurang mampu, tetapi berprestasi secara akademik,” ujar Deden.

Deden menambahkan bahwa pihak kedua, yaitu PT Grab Indonesia dalah sebuah perusahaan IT yang awalnya didirikan di Malaysia. Kemudian memindahkan kantor pusat mereka ke Singapura. Perusahaan ini menyediakan aplikasi layanan transportasi angkutan umum meliputi kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
“Saat ini, Grab telah beroperasi di Asia tenggara, termasuk Indonesia yang melayani pemesanan kendaraan di seluruh Indonesia seperti ojek (Grabbike), mobil (grabCar), taksi (GrabTaksi), kurir (GrabExpress), pesan-antar makanan (GrabFood), dan carpooling (GrabHitch Car),” ungkap Deden.

MBKM Sosialita UTama tersebut melanjutkan penjelasannya bahwa pihak ketiga yaitu Global Peace Foundation Indonesia adalah sebuah NGOs atau organisasi non profit yang berkomitmen pada pembangunan perdamaian, bekerja dalam kemitraan (partnership) berdasarkan prinsip-prinsip, nilai dan aspirasi bersama untuk merealisasikan visi “One Family, Under God”.

“Meskipun visi tersebut terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam terhadap pentingnya kebersamaan,” ujar Deden.

Pada kesempatan pertemuan tersebut Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M. HUM., menyampaikan kata sambutannya. Menurut Dadang, momentum kerja sama ini merupakan suatu kehormatan guna melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi menuju perubahan ke masa depan. Dalam pelaksanaan pendidikan, melalui kerja sama bisa berbagi pengalaman dalam setiap program.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan hasil yang relevan ke masa akan datang. Kemitraan akan memberikan pengalaman dan testimoni bagi perguruan tinggi,” ujar Dadang.

Rektor Universitas Widyatama tersebut menambahkan, kerja sama lainnya bisa dilaksanakan dalam bentuk penelitian dengan materi yang aktual berbasis data yang bersumber dari pengelolaan pasar dan pengelolaan teknologi. Hal tersebut akan memberi pengaruh pada sistem pemajuan pedidikan pada umumnya.

“Kolaborasi dengan mitra juga bagian dari tujuan yang harus berdampak secara langsung dapat dirasakan bagi masyarakat luas,” pungkas Dadang.

Sementara itu dari pihak PT Grab Teknologi Indonesia, Hervy Devianto sebagai City Manager West Java mengemukakan, Grap tetap berkomitmen kepada berbagai pihak khususnya dalam bidang pendidikan.
“Grap dapat mendorong dan memberikan berbagai kegiatan terkait pengembangan UMKM ke arah digitalisasi yang lebih baik,” ujar Hervy.

City Manager West Java PT. Grab Teknologi Indonesia tersebut juga menawarkan Carrer Development bagi para mahasiswa untuk program magang dan pelatihan berbasis bahasa asing. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada para turis, khususnya dari mancanegara.

Pada kesempatan lain, Ketua Yayasan Global Peace Foundation Indonesia, Dr. Dra. Fennieka Kristianto, S.H., M.H., M.A., M.Kn. dalam sambutannya mengatakan bahwa terjadinya kolaborasi ketiga pihak bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama berbasis teknologi.

“Tujuannya mengusung tentang visi kemanusiaan di berbagai sektor untuk memajukan masyarakat. Salah satunya adalah pelaksanaan secara integratif Bina Desa di berbagai daerah dan hal itu sejalan dengan program PKM Integratif yang sudah dilaksanakan lebih awal oleh Universitas Widyatama selama ini,” pungkas Fennieka.

Pada rangkaian kegiatan kerja sama diharapkan menjadi bagian integratif untuk meningkatkan kemajuan berbagai pihak bagi masyarakat pada umumnya.

***

Sumber: MBKM Sosialita UTama, Deden Maulana A.

(Red).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/

slot gacor maxwin