REPORTASE JAKARTABALI — Menjelang pelaksanaan Yudisium ke-28 Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar), Program Studi Magister Hukum (Prodi MH) menggelar jumpa pimpinan bersama calon yudisiawan dan pengurus alumni pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 4 Gedung Pascasarjana Unwar dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, termasuk Dekan Fakultas Pascasarjana Prof. Dr. Ni Made Mahendrawati, SH., M.Hum.
Peran Alumni dalam Mengembangkan Institusi
Dekan Fakultas Pascasarjana Unwar, Prof. Dr. Ni Made Mahendrawati, SH., M.Hum., menekankan pentingnya peran alumni dalam mendukung pengembangan institusi ke depan. “Keberhasilan meraih gelar magister hukum bukanlah akhir, tetapi awal untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh ke tengah masyarakat. Alumni diharapkan tetap menjaga nama baik almamater dan terus mengembangkan diri,” ujar Prof. Mahendrawati.
Visi Keilmuan Prodi MH Unwar
Prodi MH Unwar memiliki visi keilmuan yang khas, yakni mengembangkan bidang hukum investasi dan agraria berbasis ekowisata, yang relevan dengan kondisi Pulau Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hal ini menjadikan Prodi MH menarik minat mahasiswa dari seluruh Nusantara bahkan luar negeri.
Apresiasi untuk Calon Alumni
Kaprodi MH, Dr. Ni Komang Arini Setyawati, MH, menyampaikan apresiasi atas ketekunan mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi meskipun mayoritas sudah bekerja. “Kami berharap calon alumni tetap menjalin hubungan dengan Prodi, memberikan informasi positif kepada publik, serta tidak ragu memberikan kritik dan saran konstruktif,” kata Dr. Arini.
Masukan dari Calon Yudisiawan
Pada pertemuan ini, para calon yudisiawan juga menyampaikan sejumlah masukan untuk kemajuan program studi. Mereka menyoroti pentingnya inovasi dan daya saing di tengah ketatnya persaingan, terutama dari perguruan tinggi swasta yang kini banyak membuka program studi magister hukum.
Peluang bagi Prodi MH
Isu-isu hukum yang semakin mendapat perhatian publik, serta posisi Bali sebagai pusat interaksi global, menjadi peluang bagi Prodi MH untuk terus mendorong kegiatan akademik bertaraf internasional. “Transaksi bisnis yang terjadi di Bali menuntut adanya kepastian dan perlindungan hukum yang memadai,” tambah Dr. Arini.
Dengan demikian, Prodi MH Unwar terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan relevansi program studi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. (red).