Reportasejakarta.com-(Jakarta). Tim Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mengunjungi Posko Kogabwilhan, dalam rangka permintaan informasi dan klarifikasi atas beberapa kejadian yang terjadi beberapa waktu terakhir di wilayah tanggung jawab Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III).

Kedatangan Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits B. Ramandey beserta rombongan diterima oleh Brigjen TNI Mahury, Brigjen TNI Suswatyo, Brigjen TNI Dadang Rukhiyana, Marsma TNI Marsudiranto dan Brigjen TNI Dwi Darmadi mewakili Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., bertempat di Posko Kogabwilhan III, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Pangkogabwilhan III dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Brigjen TNI Mahury menyampaikan bahwa kerjaĀ  samaĀ  antaraĀ  KomnasĀ  HAM PerwakilanĀ  PapuaĀ  denganĀ  KogabwilhanĀ  IIIĀ  iniĀ  dapat menghilangkanĀ  segalaĀ  keraguanĀ  danĀ  ketidakjelasan yang selama ini terjadi, yang sangat merugikan nama baik TNI.

Seperti diketahui bersama bahwa pelaksanaan tugas institusi TNI dan LembagaĀ  KomnasĀ  HAMĀ  diĀ  seluruhĀ  wilayahĀ  NKRIĀ  ini,Ā  sama-samaĀ  menjalankanĀ  Amanat Undang-Undang yang berlaku di negara ini, yaitu UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia. ā€œBerdasarkan Undang-Undang itu pula, perlu ditegaskan bahwa salah satu jati diri TNI adalah sebagaiĀ  tentara rakyat, yang bertugas untuk melindungi rakyatnya, bukan untuk membunuhnya,ā€ kata Pangkogabwilhan III.

DemikianĀ  juga dengan seluruh doktrin yang berlaku di lingkungan TNI, baik Sapta Marga, SumpahĀ  PrajuritĀ  danĀ  8Ā  WajibĀ  TNI,Ā  yangĀ  selalu menekankanĀ  pentingnyaĀ  kebersamaanĀ  TNI-RakyatĀ  dalam pelaksanaanĀ  tugas.Ā  SemboyanĀ  ā€œBersamaĀ  Rakyat,Ā  TNI Kuatā€ bukanlahĀ  semboyanĀ  kosong semata, namunĀ  realitas sekaligus prasyaratĀ  keberhasilanĀ  pelaksanaanĀ  tugasĀ  TNI di seluruh wilayah NKRI termasuk penugasan di luar negeri.

Lebih lanjut dikatakan bahwa keberhasilanĀ  pelaksanaanĀ  tugasĀ  TNI dalamĀ  tugas pemeliharaanĀ  perdamaianĀ  duniaĀ  dibawahĀ  benderaĀ  PBB di berbagai negara, antara lain di Kongo, Lebanon, Sudan, Haiti danĀ  negaraĀ  lainnya,Ā  tidakĀ  terlepasĀ  dariĀ  kedekatanĀ  yang terjalinĀ  antaraĀ  prajuritĀ  TNI denganĀ  masyarakatĀ  setempat melalui pembinaan teritorial, yang diakui oleh negara-negara lain termasuk oleh PBB.

SungguhĀ  ironi,Ā  bilaĀ  oleh masyarakatĀ  bangsaĀ  lain,Ā  TNI begituĀ  dekatĀ  danĀ  diterima kehadirannya,Ā  namunĀ  justruĀ  diĀ  tanahĀ  airnyaĀ  sendiri,Ā  oleh sebagianĀ  kalangan, TNI justruĀ  disudutkanĀ  danĀ  dinilai memperlakukan rakyatnya sendiri secara tidak manusiawi.

ā€œUntukĀ  itu,Ā  sayaĀ  menyambutĀ  baikĀ  timĀ  ini,Ā  karenaĀ  tidakĀ  hanya fokus pada peristiwa dengan korban warga sipil, tetapi juga korban di kalangan prajurit TNI/Polri. Demikian juga dengan dugaan pelaku,Ā  dimanaĀ  timĀ  kaliĀ  iniĀ  inginĀ  mendalamiĀ  berbagai kasus denganĀ  dugaanĀ  pelakuĀ  dariĀ  KelompokĀ  Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB),ā€ ujarnya.

Menurut Letjen TNI Ganip Warsito, selama ini pihak TNI/Polri selalu disudutkan dengan berbagai kejadian dan seolah menutup mata bahwa akar permasalahan utama dengan berbagai dinamikanya yang terjadi, disebabkan karenaĀ  keberadaan KKSB.Ā  Benar,Ā  bahwaĀ  permasalahanĀ  lain sepertiĀ  politik, ekonomi,Ā  kesehatan,Ā  pendidikanĀ  danĀ  bidang lainnyaĀ  jugaĀ  sangatĀ  pentingĀ  danĀ  kompleks.

NamunĀ  harus diakui, bahwa ide separatis dari kelompok ini, dengan berbagaiĀ  front perjuangannya, merupakan permasalahan utamanya.

Di sisi lain disampaikan bahwa di daerah lain di Indonesia, proses pembangunan oleh Pemda setempatĀ  dapatĀ  berjalanĀ  baikĀ  danĀ  kehidupanĀ  sosial masyarakatĀ  dapatĀ  berjalanĀ  normalĀ  karenaĀ  tidakĀ  adanya Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di daerah tersebut. Dan dengan alasan itu pula, Pemda Provinsi Papua dan Papua Barat mengirim pemuda dan pemudinya untuk melanjutkan studi ke berbagaiĀ  daerah dengan pembiayaan dari dana otsus, karena dinilai lebih aman, lebih maju dengan kehidupan masyarakat yang normal.

ā€œSelama terdapat Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di suatu wilayah, maka proses pembangunan di wilayah tersebut tidak akan pernah berjalan dengan baik dan kehidupan masyarakat tidak akan normal. Dan atas amanat Undang-Undang, TNI ditugaskan ke wilayah tersebut untuk mempertahankanĀ  keutuhan wilayah negara,ā€ pungkasnya.

(Red).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/