Reportasejakarta.com, Jakarta – Bencana Kebakaran pada Sabtu (17/7/2021) kemarin, yang dialami warga Pejagalan dimasa pandemi ini semakin menambah keterpurukan perekonomian bahkan penderitaan.

“Gak ada yang dapat kami selamatkan kecuali baju yang menempel dibadan,” ujar Aninar salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran.

Ditengah keprihatinan yang dihadapi warga Pejagalan dimasa pandemi ini, kembali dihadapkan kenyataan pahit dengan Musibah kebakaran yang mereka alami.

Untuk membantu warga terdampak kebakaran Dinas Sosial Jakarta Utara membangun dapur umum dan menyediakan makanan siap saji sebanyak 1000 sampai 1200 perhari untuk memenuhi kebutuhan warga korban kebakaran.

Sementara Ormas Laskar Merah Putih (LMP) juga Memberi Bantuan Baju Layak Pakai, Beras dan Mie instan kepada warga terdampak kebakaran tersebut.

NU Jakarta Utara memberikan bantuan dalam beentuk beras, mie instan, minyak goreng.

Bantuan juga datang dari Wihara Dharma Jaya Tosejo bersama umatnya menggalang bantuan kemanusiaan, berupa makanan siap saji, baju layak pakai, beras dan mie instan.

Ketua RT 001 RW 012, Hengky menjelaskan kronologi kebakaran bahwa berawal dari konsleting listrik yang terjadi di rumah salah seorang warga RT 001 RW 012, lalu api menjalar dengan cepat yang tak dapat diantisipasi oleh warga sekitar.

“Walaupun warga sudah berusaha memadamkan dengan alat pemadam kebakaran yang mereka miliki, ada sekitar 500 pintu yang terdiri dari 300 KK dan kurang Lebih 1000 jiwa terdiri dari orang tua remaja dan anak balita, yang menempati area seluas 4500 M2,” ujarnya.

(Win)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *