REPORTASEย  JAKARTA

DENPASAR — Upacara Piodalan di Pura Dangkahyangan Sakenan, yang jatuh pada Saniscara (Sabtu), Kliwon , Kuningan , 14 Januari 2023 bersamaan dengan hari raya Kuningan yang diperingati oleh umat Hindu di Bali, sepuluh hari setelah hari raya Galungan.

Dari pantauan awak media, berbagai jenis kendaraan baik roda dua ataupun roda empat terlihat mengular dari jalan By Pass Ngurah Rai lalu masuk menuju jalan ke arah pulau Serangan , yang merupakan satu-satunya pintu masuk menuju pura Sakenan.

Terlihat kerumunan orang-orang , laki perempuan berdiri didepan candi bentar yang menghubungkan para pemedek (masyarakat) menuju jeroan (area suci ) Pura karena menunggu umat yang sudah mulai melakukan persembahyangan yang dipimpin oleh Jero Mangku (seseorang yang sudah di winten, melalui proses upacara menurut agama Hindu).

Sebagai informasi Pura Sakenan diempon (dijaga/dikelola) oleh Puri Kesiman Adapun masyarakat yang datang untuk tangkil /sembahyang didominasi oleh umat dari kota Denpasar dan juga Badung dan sedikit ada juga yang datang dari daerah kabupaten lain yang ada di Bali.

Melansir dari wikipedia bahwa pada masa pemerintahan Sri Dalem Ktut Ngulasir dari kerajaan Gelgel, rakyat Serangan diperintahkan untuk membuat pemujaan Bhatara di tempat yang sebelumnya disucikan Empu Kuturan dan menamainya “Parahyangan Dalem Sakenan”. Nama Sakenan berasal dari kata Sakyamuni, yaitu ajaran Buddha yang dianut oleh Empu Kuturan. Pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong (1411 saka atau 1489 masehi), ia bersama Dang Hyang Nirartha disebutkan membangun pelinggih Sekar Kancing Gelung di Pura Sakenan. Ketikamengadakan perjalanan keliling Bali untuk mengunjungi tempat-tempat suci, ia sampai di Pulau Serangan.
Menurut masyarakat setempat, Pura Sakenan awalnya hanya berbentuk sebuah batu bersinar yang ditemukan oleh Danghyang Astapaka ketika melakukan perjalanan ke Bali pada tahun 1530 M, akhirnya ia membuat pura. Selanjutnya Pedanda Sakti Wawu Rawuh (Dang Hyang Nirartha) melihat pura itu dan menyempurnakannya dengan melakukan upacara. Pura tersebut kemudian dinamakan Pura Sakenanan.

Pura Sakenan diempon (dikelola) oleh masyarat Serangan dibawah tanggung jawab Puri Kesiman Denpasar oleh Penglingsir Puri yaitu Anak Agung Kesuma Wardana.

Pura Sakenan terletak di pulau kecil yang dikelilingi oleh hutan manggrove dan pantainya yang bersih, yang pada awalnya hanya dikunjungi oleh masyarakat lokal, namun kini, banyak dibangun tempat wisata air dan tempat kuliner , restoran , cafe, dan dermaga penyeberangan ke pulau Lembongan oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.. Kondisi ini memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat, dan membawa dampak ekonomi sebagai sumber pendapatan asli daerah pemerintah kota Denpasar.

(ART).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/