REPORTASE  JAKARTA

Tangerang — Bangunan pompa banjir yang dibangun di Desa Gelam, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, tidak optimal dalam mengatasi masalah banjir di pemukiman warga sekitar. Proyek yang dianggarkan sebesar Rp 1.040.753.000 ini meninggalkan beberapa pertanyaan tentang kualitas dan efektivitasnya.

Menurut laporan, lokasi pembangunan pompa banjir telah disurvey oleh tim ahli hidrologi Belanda pada akhir 2025 lalu. Hasil survei menunjukkan bahwa lokasi tersebut cukup efektif dalam mengatasi banjir. Namun, persoalannya adalah mengapa hasil kerja proyek dinas pemukiman, pemakaman, dan perumahan Pemkab Tangerang ini meninggalkan beberapa masalah.

“Bangunan pompa banjir ini seharusnya dapat mengatasi masalah banjir di pemukiman warga sekitar. Namun, hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” kata seorang warga Desa Gelam yang tidak ingin disebutkan namanya.

Beberapa masalah yang ditemukan antara lain gunungan tanah hasil galian yang tidak dibersihkan, saluran drainase yang rusak akibat tindasan alat-alat berat, pintu terali penutup bak induk yang tidak terpasang, aspal/con block jalanan lingkungan warga yang dibiarkan rusak, diameter pipa paralon pembuang banjir yang sangat minim, dan bak-bak kontrol yang ambrol.

“Kelak bila masyarakat konsumen ingin nyaman dan sentosa, maka seharusnya pihak Pemda tidak memberikan ijin leluasa terhadap pengembang-pengembang properti untuk mendirikan lokasi perumahan di pinggir lintasan air seperti sungai, waduk, empang, situ, dan saluran irigasi,” kata Donny Suhendra, MSc, seorang aktivis lingkungan Tangerang.

Donny juga menambahkan bahwa pembangunan perumahan di pinggir lintasan air dapat meningkatkan resiko ancaman banjir terhadap lingkungan pemukiman warga. “Dikhawatirkan akan menelan banyak biaya anggaran pemeliharaan dan pengamanannya,” tambahnya.

Wartawan Reportase Jakarta telah mencoba mengkonfirmasi kepada Camat Pasar Kemis terkait dengan fungsi tokoh masyarakat terhadap tugas bangunan pompa banjir serta sumber dana untuk biaya token pada operasionalisasi dan pemanfaatan fasilitas mesin pembuang air. Namun, hingga kini Camat Pasar Kemis belum meresponsnya.

Dengan demikian, nasib bangunan pompa banjir di Desa Gelam masih menjadi pertanyaan besar. Apakah proyek ini akan dapat mengatasi masalah banjir di pemukiman warga sekitar, ataukah hanya menjadi proyek yang tidak efektif dan tidak bermanfaat? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

(Cokih).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/