Reportasejakarta.com-Bandung, 15 Oktober 2020,– Seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lanal Bandung serta Pengurus Jalasenastri Cabang 9 Korcab III DJA I menerima Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dari Dinas Hukum TNI Angkatan Laut (Diskumal) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung bertempat di Aula Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang No. 8 Kota Bandung, Kamis (15/10/2020).

Sosialisasi dipimpin oleh Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) diwakili Kasudiskumdang Kolonel Laut (KH) Estu Raharjo, S.H., dan Kepala BNN Kota Bandung yang diwakili oleh Kepala Seksi P2M Saras Putri Utami, S.I.,Kom., sementara itu penceramah oleh Kasi Evalav Letko Laut (KH) A. A. Nasution, S.H.

Pembukaan sosialisasi diawali dengan sambutan Danlanal Bandung Kolonel Laut (P) Batos Leksono menyampikan ucapan terima kasih kepada Kepala BNN Kota Bandung dan Tim Diskumal dalam memberikan pencerahan terhadap bahaya narkoba dan langkah-langkah antisipatif dalam membentengi keluarga TNI dan PNS terhadap pengaruh Narkoba.

Selain itu, penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat/bahan berbahaya narkoba saat ini, merupakan permasalahan besar baik nasional maupun internasional. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terbukti telah merusak masa depan bangsa di negara manapun, merusak karakter manusia, merusak fisik dan kejahatan masyarakat, serta jangka panjang berpotensi besar mengganggu daya saing dan kemajuan suatu bangsa,” ujar Danlanal Bandung.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bandung yang diwakili oleh Kepala Seksi P2M Saras Putri Utami, S.I.Kom., mengatakan peredaran narkoba saat ini telah terjadi diseluruh wilayah Indonesia, narkoba menimbulkan multi efek kejahatan termasuk didalamnya perdagangan manusia, money laundry, pembunuhan, penganiayaan dan kejahatan lainnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaku kejahatan narkoba dalam melakukan aksinya terorganisir secara sistimmatis dengan pola operasi yang rapi termasuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Untuk itu, kita semua TNI/Polri dan ASN harus melindungi keluarga kita karena hal ini dapat terjadi kepada siapa saja.
Saat ini beberapa kendala yang dialami oleh petugas dalam membendung narkoba masuk ke Indonesia dikaitkan dengan posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi peluang sindikat internasional dengan menjadikan daerah-daerah pesisir yang minim pengawasan aparat digunakan oleh pelaku untuk memasukkan narkoba.

Selain itu, sasaran dari kejahatan ini adalah melihat demografi Indonesia dengan jumlah penduduk yang cukup besar Indonesia menjadi peluang dan pangsa pasar peredaran narkoba oleh sindikat internasional, hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi bangsa Indonesia.

(Red).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *