REPORTASE  JAKARTA

Bandung — Di usia 84 tahun, legenda musik Indonesia Sam Bimbo masih aktif berkarya dan berencana kembali tampil bersama Bimbo pada Agustus 2026. Hal itu diungkapkannya saat merayakan ulang tahun secara sederhana di sebuah resto kawasan Dago, Bandung, Rabu (6/5/2026).

“Pastinya saya sangat bahagia sekarang umur 84 tahun masih bisa nyanyi, masih bisa komunikasi, belum pikun,” ujar Sam Bimbo yang bernama lengkap Samsudin Hardjakusumah. “Daya mengingat sudah menurun. Memori sudah mengalami gradasi alami ya, mengikuti usia lanjut. Oleh karena itu natural ya. Jadi buat saya alhamdulillah bisa menjalani hidup sampai sekarang.”

Kang Sam, sapaan akrabnya, hadir didampingi sang istri, Rubaah Samsudin. Turut hadir Riza Falepi, mantan Walikota Payakumbuh periode 2012-2022, bersama Raja Asdi, Pimpinan Umum media Agraria Today.

Bimbo sempat pasif sejak meninggalnya Acil Bimbo pada 1 September 2025. Sam menyebut Acil adalah kunci mayoritas lagu Bimbo.

“Sesudah Acil meninggal 1 September 2025, kami pasif. Karena mayoritas lagu Bimbo yang menyanyikan Acil,” jelasnya. “Suara Acil kuncinya beda dengan saya. Kuncinya Acil standar sementara kunci saya di atas. Jadi, kalau saya menyanyikan lagu Acil harus berubah kuncinya.”

Meski begitu, Sam memastikan grup yang berdiri di Bandung tahun 1966 itu tidak bubar. “Sementara istirahat dulu. Sekarang bulan Mei, insya Allah Agustus kami lari lagi,” tegasnya.

Sam Bimbo mengungkapkan, karya terbaru Bimbo akan mengangkat tema sosial yang lebih tajam namun tetap santun. “Cuma sekarang lagu-lagu yang kami gubah lagu-lagu tematis. Semisal lagu korupsi, kita tidak langsung koruptor tembak di tempat. Tentunya kami menggunakan bahasa seni yang lebih santun cuma targetnya ke sana,” ungkapnya.

Menurutnya, Bimbo memang tak hanya bicara cinta. Lagu seperti Tante Sun adalah contoh karya yang mengangkat fenomena sosial. “Lagu Tante Sun mengangkat fenomena sosial bagaimana kehidupan ibu-ibu kalangan atas mengimbau suaminya masuk ke dunia bisnis,” kata Sam. Ia juga meluruskan isu penangkapan karena lagu itu. “Enggak ada penangkapan itu. Tapi lagu Tante Sun sempat tidak boleh muncul,” tambahnya.

Sam Bimbo mengenang kedekatannya dengan sejumlah tokoh, termasuk saat dipanggil ke Istana Negara era Presiden Soeharto. “Ketika kami ketemu Bu Tien, dia baik baik saja. Malah kami pernah dipanggil ke Istana Negara, disuruh nyanyi. Lagunya bebas,” kenangnya.

Ia juga bercerita sempat dihalangi security saat konferensi lingkungan hidup meski diundang resmi. “Selesai acara protokoler ada pengumuman undangan dipersilakan mengambil snack. Kecuali kelompok Bimbo waktunya untuk berdialog dengan Bapak Presiden,” ujarnya sambil tertawa. “Saya lihat mukanya security celingukan. Dalam hati ‘lu baru tahu ya, siapa gua.’”

Soal royalti, Sam menyebut era 70-80an sangat sulit. “Saya mengikuti sejak jaman Sam Saimun, era itu kehidupan seniman dari aspek ekonominya susah. Jadi ya dunia musik atau dunia seni di jaman itu tidak jelas royaltinya dan tidak pasti bayarannya,” kata lulusan seni rupa ITB itu. “Dan, terus terang saja, kami enggak pernah dapat duit dari pemerintah.”

Di usia senja, Sam Bimbo ingin menciptakan karya yang lebih bermakna dan bisa dinikmati anak muda. “Di usia sekarang saya ingin membuat lagu yang bertema dan yang mendalam dan bermanfaat. Henteu garabag gurubug teu puguh,” tuturnya. “Sedang dalam proses penyelesaian ada lima lagu siap dirilis.”

Sebagai pelukis, ia juga beralih dari natural ke abstrak. “Dulu saya lukisan bergenre natural, sekarang saya sedang berorientasi melukis abstrak,” katanya. Karya-karyanya pernah menghiasi Gedung MPR RI sepanjang 40 meter, Kedubes RI di Bangkok, hingga Gedung PLN Bandung. “Saya ingin pameran kalau tidak tahun ini, paling lambat tahun depan insya Allah.”

Rubaah Samsudin, istri Sam Bimbo, menyebut suaminya adalah sosok ayah dan suami yang baik. “Selama mengarungi rumah tangga, bagi saya dan anak anak, dia seorang ayah dan suami yang baik. Rata-rata personil Bimbo itu tidak pegang uang, paling buat rokok dan ongkos aja,” ucapnya. “Sekarang ini ya sehat ibadah yang baik, persiapan pulang.”

Sementara itu, Riza Falepi mengaku menggemari Bimbo karena liriknya. “Lirik puitis, indah dan sarat makna dibawakannya seperti bercerita, balada, ya. Di samping itu masih relate dengan jaman sekarang dan tidak pernah bosan mendengarnya,” kata mantan Walikota Payakumbuh itu.

Grup Bimbo yang beranggotakan Sam Bimbo, Acil Bimbo, Jaka Bimbo dan Iin Parlina Bimbo didirikan tahun 1966 di Bandung dan dikenal luas generasi 70-80an lewat lagu-lagu religi, sosial, hingga cinta. (LR).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://thekitchenwithnina.com/hello-world/

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play login

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/